Kesedihan, kemurungan dan kesulitan mu
Kendati ingin menenangkanmu, mungkin sekedar meringankan beban penat dipikiranmu
Namun tak kan mungkin. Meski tiap saatpun ku memandangmu, memperhatikanmu, mengikuti tiap gerak langkahmu.
Hal itu lah yang membuatku semakin tak sanggup, menyaksikan kepedihan mu di depan mata ku, dan lagi-lagi ku tak mampu berbuat sesuatu.
Hanya membatin, mencoba merasakan hal yang sedang kau rasa.
Tak ada pengharapan lagi dari ku. Memandangmu dari jauh pun tak mengapa bagiku.
Namun bisakah kau sedikit membuat ku tersenyumhanya dengan melihatsenyum manismu itu!?
Aku lebih rela melihat mu bahagia dan bahkan sedikit tertawa..:-)
Aku ikhlas. JELAS sudah ku nyatakan jauh sebelum hari ini, apapun keadaannya aku ikhlas.
Teringat (mungkin) saat terakhir kali kau memandangku dengan mata sayu, pikirku dengan mata yang menyayangiku :-D, tapi tak pernah JELAS, ku tak pernah tahu bagi mu dengan mata bagaimanakah, iba atau entah apa.
Dan pandangan itu tak kan mudah ku lupa.
Entah, ku yakin kau menyayangiku, meski pun kau tak pernah tahu
Itu saja CUKUP bagiku.
